khoe pek goan bloemenstad Bahlil akan beri insentif konversi motor bensin jadi listrik
negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika dikonversi dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam 'sweetener'-nya,khoe pek goan bloemenstad
Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan akan memberikan insentif untuk program konversi motor bensin menjadi motor listrik, sebagaimana yang sebelumnya telah dilakukan oleh Kementerian ESDM.
“Sudah barang tentu negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika dikonversi dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya,” ucap Bahlil ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin.
Akan tetapi, ia belum menentukan berapa jumlah target motor yang akan dikonversi, maupun nilai subsidi yang akan digelontorkan untuk program konversi motor listrik.
Target maupun jumlah insentif akan dibahas dalam rapat Satuan Tugas Percepatan Transisi Energi.
Baca juga: Pemerintah targetkan konversi motor listrik hingga 6 juta per tahun
Baca juga: Prabowo bentuk satgas transisi energi percepat konversi motor listrik
“Satgas kan baru dibentuk, saya rapat satgas dulu baru nanti saya akan laporkan,” ucap Bahlil.
Konversi motor bensin menjadi motor listrik, kata Bahlil, merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi polusi dan melakukan transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan.
Diwartakan sebelumnya, Bahlil mengumumkan pemerintah membentuk Satgas Percepatan Transisi Energi untuk mempercepat implementasi program, termasuk konversi motor konvensional menjadi listrik.
Ia menyampaikan skema dukungan masih akan dibahas lebih lanjut oleh satuan tugas (satgas) yang baru dibentuk untuk mempercepat implementasi energi bersih.
Satgas ini dibentuk untuk percepatan konversi dari kendaraan bermotor konvensional yang jumlahnya mencapai 120 juta motor menjadi motor listrik.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan implementasi program tersebut dapat berjalan maksimal dalam waktu tiga hingga empat tahun, bahkan diharapkan bisa terealisasi lebih cepat.
Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM
Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
相关推荐
- PWI kecam dugaan intimidasi wartawan pada laga Malut lawan PSM
- Absen lawan Borneo, pelatih ungkap Mauro Zijlstra alami cedera paha
- Akhiri perjuangan di AFF Futsal 2026, Indonesia huni peringkat empat
- SIWO PWI Pusat kecam intimidasi ofisial Malut United terhadap wartawan
- Timmas futsal putri gagal ke final setelah disingkirkan Australia
- Persija Jakarta gandeng VIDA untuk digitalisasi proses administrasi
- TVRI: Siaran Piala Dunia 2026 punya efek candu seperti "dracin"
- Hodak: Seluruh pemain Persib siap tampil hadapi Persik
fanoos-system.com



